Api Melahap Gedung Pencakar Langit 79 Lantai di Dubai

Kebakaran melahap salah satu menara hunian tertinggi di dunia di Dubai pada Kamis malam. Peristiwa ini membuat warga panik dan melarikan diri dari gedung tersebut. Puing-puing juga bisa terlihat berjatuhan ke tanah di seberang distrik Marina yang terkenal di kota itu. Ini karena api telah melahap banyak lantai Torch Tower setelah tengah malam.

Pihak Berwenang Cepat Tanggap

Dilaporkan, pihak berwenang dengan cepat mengevakuasi penduduk dan tidak ada korban luka. Pihak korban mengatakan:

“Kami sedang tidur dan kami terbangun karena kebakaran dan orang-orang menjerit-jerit. Kami berlari menuruni tangga dan kami butuh sekitar 10 menit untuk mencapai lantai 50. Api sangat besar pada saat itu, kira-kira pukul satu dini hari, lalu api mulai sedikit padam setelah dua jam. Api tersebut muncul dari lantai 67, itulah yang kami diberitahu.”

Pertahanan Sipil Dubai mengatakan bahwa api telah dikendalikan dan operasi pemadaman sedang berlangsung. Kejadian tersebut dapat mendatangkan kembali pertanyaan tentang keamanan bahan yang digunakan pada eksterior bangunan tinggi di kawasan Teluk yang kaya tersebut dan bangunan di sekitarnya.

Sebelumnya, gedung pencakar langit dengan ketinggian sekitar 1.100 kaki, 79 lantai, yang dikenal  di kalangan warga sebagai ekspatriat di kota UEA itu hancur akibat kebakaran pada Februari 2015. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Saat itu kelongsong eksternal di gedung itu dipermasalahkan karena penyebaran api tahun 2015 yang cepat.

Beruntung Tidak Ada Korban

Pada bulan Juni kemarin, sebuah kebakaran di menara Grenfell di London Barat menewaskan setidaknya 80 orang. Jilatan api yang semakin besar dengan cepat diperburuk oleh kelongsong eksterior menara, yang serupa dengan bahan yang digunakan di menara Torch Dubai yang terbakar tersebut.

Laporan dari media sosial mengatakan api mencapai atap gedung dengan cepat, dengan seluruh sisi bangunan dilalap api. Seorang saksi mengatakan kepada media jika asap ada dimana-mana dan jalanan juga ditutupi puing-puing yang berserakan.

Pihak berwenang kemudian berbagi foto menara yang hangus dan menghitam tapi tidak lagi terlihat terbakar. Pejabat mengatakan bahwa mereka sekarang bekerja untuk menyediakan tempat berlindung bagi mereka yang terkena dampak kebakaran tersebut. Setelah itu pihak Dubai Civil Defense mengumumkan bahwa api di Torch Tower telah terkendali. Operasi pemadaman dan evakuasi juga masih berlangsung.

Peraturan Bangunan Tinggi Telah Direvisi

Sebenarnya, pihak UEA sendiri telah merevisi kode keselamatan bangunannya pada tahun 2013 untuk meminta kelongsong pada semua bangunan baru setinggi 15 meter (50 kaki) harus tahan api. Tapi peraturan tersebut tidak berlaku untuk jenis bangunan yang lebih tua.

Sebagian besar bangunan berkapasitas sekitar 250 orang di Dubai menggunakan panel cladding dengan inti termoplastik. Panel dapat terdiri dari tambalan plastik atau poliuretan yang terjepit di antara lembaran aluminium. Kelongsong seperti itu tidak selalu berbahaya, namun mudah terbakar dalam keadaan tertentu dan, tergantung pada desain gedung pencakar langit itu sendiri. Ini karena api dapat berpindah melalui jendela ke interior bangunan.

Pada bulan Januari tahun ini, Dubai mengumumkan peraturan yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko kebakaran setelah serangkaian ledakan menara togel online di emirat modern terutama karena bahan yang mudah terbakar yang digunakan dalam kelongsong dan penutup atau lapisan yang digunakan di sisi bangunan.

Contohnya pada malam tahun baru 2015 kebakaran terjadi di sebuah hotel mewah, melukai 16 orang beberapa jam sebelum kembang api dinyalakan. Pada bulan November 2015, juga terjadi kebakaran. Api menelan tiga blok penghunian di pusat Dubai dan menyebabkan layanan di jalur metro dihentikan sementara meskipun tidak ada yang terluka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *