Football Manager Tampilkan Pilihan Pemain Gay

Pro dan kontra tentang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) terus terjadi. Kini, secara resmi permainan sepakbola Football Manager telah mengeluarkan pilihan karakter pemain gay. Ya, Football Manager edisi tahun ini telah merilis pemain-pemain yang ada di dalamnya. Mereka memberikan opsi ‘Gay’ pada karakter pemainnya.

Alasan Diberikan Pilihan Pemain Gay

“Sebagian alasan kami kenapa memutuskan untuk melakukan ini karena adanya pemain (sepakbola) gay,” kata Miles Jacobson, direktur permainan Football Manager.Ia melanjutkan; “Kami tahu dari sejumlah (pemain) profesional ada pemain yang gay tapi merasa mereka tidak mau keluar (menampakkan diri).

“Saya merasa aneh bahwa itu masih menjadi masalah di sepak bola jadi kami memutuskan untuk mencoba dan menunjukkan bahwa orang-orang yang keluar (menampakkan diri) bukanlah masalah besar dan bisa menjadi hal yang positif.Saya hanya merasa gila bahwa pada tahun 2017 kita berada di dunia di mana orang tidak dapat menjadi diri mereka sendiri.”

Survei juga telah dilakukan dan mendapatkan sebanyak 82% responden (fans sepakbola) tidak memiliki masalah dengan pemain gay, namun 8% mengatakan mereka akan berhenti menonton tim mereka. Sedangkan bagi mereka yang tahu Football Manager, mereka menyebut pemain baru ini sebagai ‘newgens’.Tanpa mereka, simulasi tidak bisa berjalan.

Jacobson juga menuturkan jika semua orang tidak bisa menuntut semua pemain menjadi apa yang mereka inginkan. Pada kenyataannya, tidak sedikit jumlah pemain sepakbola yang sebenarnya seorang gay. Sehingga dipandang perlu untuk mengeluarkan atau menampakkan diri mereka di dunia virtual sehingga para pemain game Football Manager juga mengetahuinya.

Sejarah Kelam Pemain Bola Gay

Apa yang dikatakan Jacobson memang berdasar ketika mengatakan ada pemain bola online yang sebenarnya seorang gay. Buktinya, Thomas Hitzlsperger menjadi pria gay pertama yang pernah bermain di Liga Primer Inggris saat dia keluar pada 2014 – empat bulan setelah dia pensiun.Mantan gelandang Jerman, yang bermain untuk Aston Villa, Everton dan West Ham, mengatakan bahwa dia “tidak bisa membayangkan bermain sepak bola dan melakukan ini pada saat bersamaan”.

Mantan gelandang Leeds dan Amerika Serikat, Robbie Rogers tampil sebagai gay setahun sebelumnya. Dia juga memutuskan harus meninggalkan permainan, sebelum kembali ke sepakbola di MLS bersama LA Galaxy. Sebelum Rogers, ada yang pertama. Tragedi Justin Fashanu, yang melakukan aksi bunuh diri pada tahun 1998, delapan tahun setelah diketahui sebagai seorang gay.

Jacobson mengatakan bahwa, setelah mendapatkan saran dari kelompok anti-diskriminasi Kick it Out, dan dengan seksama memeriksa kasus pemain yang keluar ke dalam olahraga lain, mereka percaya bahwa mereka telah sampai pada skenario masa depan yang paling representatif. Ia mengatakan, “Ini akan menjadi: Baiklah, baiklah, mari kita lanjutkan. Semuanya akan berjalan normal, karena itulah yang telah kita lihat dan terjadi di tempat lain”.

“Ini bukan pesan yang setiap orang akan lihat dalam permainan mereka.Sangat jarang, tapi kami ingin hal itu dilihat sebagai hal yang positif. Kami juga harus mengambil beberapa nasehat hukum, karena di beberapa negara yang kurang berpikiran ke depan selain Inggris, masih ilegal untuk menjadi gay. Dalam kasus tersebut kami hanya menghormati undang-undang mereka.

Menurut Jacobson, menjadi seorang gay adalah hal yang benar-benar normal dalam hidup, dan itu adalah hal yang tepat untuk memasukkannya ke dalam sebuah permainan karena ini adalah sesuatu yang akan dilihat di masa depan. Ya, dia bisa berpendapat sesuai dengan apa yang ada di dalam benaknya, tapi nantinya akan dikembalikan pada respon penggemar permainan Football Manager.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *