Penetapan Dua Pimpinan Allianze Sebagai Tersangka

Asuransi terutama di Indonesia memang menjadi salah satu hal yang sudah banyak dimiliki oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang mengerti keuntungan dan fungsi mempunyai asuransi bagi diri sendiri maupun untuk keluarga mereka. Tapi meskipun begitu menetapkan dan memilih sebuah perusahaan asuransi bukanlah hal yang mudah karena banyak juga yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Salah satunya adalah kasus yang belum lama ini terjadi tentang klaim asuransi nasabah yang dipersulit oleh pihak perusahaan asuransi.

Menurut beberapa sumber pada hari Kamis tepatnya pada tanggal 28 September 2017 pihak Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang petinggi PT Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai tersangka. Dua petinggi tersebut yaitu Direktur Utama Joaching Wessling dan Manager Claim Yuliana Firmansyah.

Awal Mula Kasus

Menurut pernyataan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada salah satu media berita Indonesia, Penetapan dua petinggi PT Asuransi Allianz Indonesia oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tersebut karena terkait dengan kasus pelanggaran perlindungan konsumen yang sebelumnya telah dilaporkan oleh dua orang nasabah dari Asuransi Allianz. Pernyataan tersebut dikatakan pada hari rabu tanggal 27 September 2017 kemarin.

Dia juga menambahkan bahwa ada dua laporan yang sudah masuk ke Polda metro jaya dalam kasus tersebut dimana korban pertamanya yaitu Irfanius Al gadri dan korban kedua adalah Indah Goena Nanda. Keduanya dikabarkan melapor ke polisi lantaran merasa bahwa mereka dipersulit dalam malkukan klaim asuransi mereka. Saat keduanya melakukan klaim asuransi mereka, pihak Pt Asuransi Allianz Indonesia justru menolak klaim mereka dengan alasan bahwa mereka tidak bisa memenuhi persyaratan tambahan yang diminta oleh pihak asuransi. Tapi menurut keterangan para korban persyaratan yang diminta oleh pihak asuransi Allianz sulit dipenuhi karena menurut mereka hal tersebut diluar kemampuan mereka. Dari situlah kemudian ada dugaan bahwa persyaratan yang diminta pihak asuransi hanyalah sebuah cara dari Allianz untuk menolak klaim para nasabah.

Dalam kasus dipersulitnya klaim asuransi para korban tersebut para tersangka dijerat dengan Pasal 8 ayat 1 huruf (F), Pasal 10 huruf (C), dan Pasal 18 juncto Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 63 huruf (F) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Tanggapan Pihak Allianz Terkait Penetapan Tersangka Dua Pimpinannya

Mengenai penetapan dua Pimpinan PT Asuransi Allianz tersebut pada hari Rabu tanggal 27 September 2017 Head of Corporate Communication Asuransi Allianz Life Indonesia Andrian DW mengatakan bahwa perusahaan menghormati para nasabah untuk pengajuan klaim. Dalam hal ini perusahaan selalu mengacu kepada peraturan yang ada untuk menanggapi pengajuan klaim dari para nasabah.

Dia juga menambahkan bahwa PT Allianz senantiasa selalu menghormati hak para nasabahnya terutama terkaut dengan manfaat klaim asuransi. Mereka selalu bertindak sesuai dengan ketentuan di dalam polis dan seturut hukum seerta peraturan yang berlaku. Selain itu seluruh permohonan dan keberatan dari nasabah juga diperlukan sesuai dengan hal tersebut. Namun meski begitu pihak perusahaan belum mau mengomentari terkait dengan penetapan tersangka dua petinggi Allianz tersebut.

Mereka juga mengatakan bahwa pihak Allianz masih belum bisa memberikan komentar lebih lanjut mengenai proses penetapan dua petinggi perusahaan judi togel tersebut. Mereka hanya bisa mengatakan bahwa mereka sudah selalu berusaha menjaga aturan dan sudah berusaha melindungi pelanggan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *