Adanya Rasisme di Dunia Sepakbola: Sterling Jadi Korban dari Tindak Pidana Kebencian

Penyerang Atletico Madrid, Antonie Griuezman, meminta maaf atas selorohnya yang sudah dianggap sangat rasis. Sementara itu di Inggris, polisi sedang menyelidiki tentang kebencian yang mana dilaporkan diderita oleh penyerang MU, Raheem Sterling.

Griezmann Dianggap Rasis

Penyerang dari klub Atletico Madrid dan juga Tim Nasional Prancis,  Antoine Griezmann, akhirnya meminta maaf kepada seluruh warga masyarakat di dunia. Permintaan maafnya disampaikan lantaran reaksi warganet soal tubuhnya yang dicat dengan warna hitam. Griezmann memposting foto dirinya yang mana tengah mengenakan kostum bola basket NBA All Stars dengan kulit tubuhnya yang dicat hitam. Seluruh anggota tubuhnya hitam mulai dari tangannya, lehernya, sampai dengan mukanya.

Namun belakangan ini, Griezmann sudah menghapus cuitannya itu dan menuliskan, “Tenang saja semuanya. Saya adalah fan dari Harlem Globetrotters. Dan ini adalah bentuk penghormatan saya.” Lali pada cuitan yang selanjutnya ia mengatakan permintaan maafnya. “Saya sendiri sadar ada hal yang tidak sensitif di sini tentang saya. Apabila saya menyinggung perasaan kalian, saya minta maaf.”

Tak Hanya Griezmann yang dikritik

Sebelum adanya insiden Griezmann yang terjadi pada hari Jumat, 15 Desember 2017 kemarin, pasalnya ada kejadian lainnya di mana The Bookmarkers Star Sports juga langsung mendapatkan kritikan.  Mereka juga mendapat kritikan karena hal yang sama.

Mengapa mereka juga dikritik? Alasannya adalah karena mereka mengunggah foto seorang pria yang berdandan seperti anggota parlemen Diane Abott. Pria tersebut dalam foto itu juga menghitamkan seluruh tubuhnya. Foto yang mana diunggah pada akun sosial media Bookmarkers itu diambil pada sebuah acara yakni kejuaraan dart dunia yang ada di PDC World Championship. Akan tetapi The Bookmarkers Star Sport belakangan ini juga meminta maaf atas hal tersebut.

Rasisme di Inggris

Sementara itu di Inggris, polisi setempat tengah menyelidiki adanya dugaan pidana kebencian berdasarkan ras yang mana diderita oleh Raheem Sterling, penyerang Manchester United. Sterling sendiri dilaporkan telah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Ia dilecehkan dan juga diserang tepatnya pada hari Sabtu (16/12) saat dirinya tiba di tempat latihannya.

Kepolisian Manchester sendiri menyebutkan, “Seorang pria yang umurnya 23 tahun sudah menjadi korban pelecehan rasial dan juga diperparah dengan sebuah penyerangan raja poker yang terjadi di Clayton Lane.” Sejauh ini, pihak Manchester United masih belum mau mengeluarkan pernyataan apapun soal kasus ini.

Dilansir dari BBC Indonesia bahwa penyerangan yang terjadi pada waktu menjelang latihan tersebut adalah Sabtu pagi. Sterling diserang sebelum pertandingannya melawan Tottenham Hotspur. Di sana dilaporkan bahwa ada seorang pria yang tiba-tiba menyerangnya dengan kata-kata yang kasar dan sangat melecehkan. Tidak sampai di situ saja, pria yang tidak diketahui identitasnya itu malahan juga menendang kaki Sterling berkali-kali saat ia mencoba menanyakan pada pria itu sebenarnya ada masalah apa. Seluruh kejadian yang ada di sana saat itu berhasil terekam kamera CCTV.

Nampaknya kejadian rasisme dalam dunia olahraga terjad lagi setelah beberapa kejadian pernah dialami oleh beberapa pemain sepak bola sebelumnya. Bahkan beberapa waktu lalu suporter atau pendukung klub dari suatu klub terpaksa harus diberikan hukuman karena melakukan ujaran kebencian. Semua pihak tentunya berharap bahwa peristiwa seperti ini bisa semakin berkurang atau tidak terjadi sama sekali. Bahkan di dunia sepak bola seorang pemain harus menanggung beban dibully karena rasnya. Itu sangat tidak baik bagi dunia sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *