Pengacara Klaim Kim Jong-Un Mengemis Guna bisa Bertemu Trump

Rudy Giulani, pengacara Presiden Trump, mengklaim bahwa Pimpinan Korea Utara, Kim Jong-Un memohon untuk dapat bertemu dengan presiden AS yang kontroversial tersebut saat rencana pertemuannya dikabarkan akan dilangsungkan di Singapura dibatalkan.

Pertemuan Akan dibatalkan

Trump sendiri direncanakan bertemu dengan Kim untuk kali pertamanya di Singapura pada hari Selasa (12/6) minggu depan. Rencana tersebut sempat bakal dibatalkan oleh pihak Amerika Serikat setelah kembali adanya ketegangan yang terjadi antara dua negara tersebut.

“Pertama mereka mengatakan bakal berperang nuklir dengan kami, mereka juga bilang akan mengalahkan kami dalam perang itu. Kemudian, kami mengatakan tak mau mengadakan pertemuan tersebut dalam situasi seperti itu,” ungkap Giuliani dilansir dari CNN Indonesia pada hari Kamis (7/6).

“Setelah itu, Kim Jong-Un kembali dan juga bersuju demi hal itu(pertemuan dengan Trump) tepatnya posisi seperti yang anda inginkan.”

Giuliani juga mengatakan pertemuan puncak nanti akan menempatkan AS ‘di atas angin.’ Salah satu fokus AS di dalam pertemuan nantinya adalah memastikan bahwa Korut bersedia melucuti senjata nuklirnya secara utuh dan bisa diverifikasi. Akan tetapi sampai saat ini, Kim belum juga menunjukkan kemauan untuk mengikuti keinginan tersebut.

Meskipun di awal kesannya ngotot , minggu lalu Trump menegaskan kembali bahwa pertemuannya dengan Kim Jong-Un nantinya akan menjadi awal dialog AS-Korut. Ia juga memperkirakan AS tak akan bisa mencapai semua tujuan di dalam pertemuan perdananya dengan Kim Jong Un nanti.

“Saya rasa ini adalah pertemuan perkenalan dengan beberapa tambahan, dan itu bisa jadi hal yang amat positif,” ujar Presiden Trump. Sejumlah pejabat tinggi As bahkan sedang mempersiapkan rencana pertemuan hari kedua antara Kim-Trump apabila kedua pemimpin judi online tersebut bersedia melanjutkan diskusi di Singapura.

AS Siapkan Pertemuan Hari Kedua Kim-Trump

Pejabat-pejabat Amerika Serikat diberitakan sudah mempersiapkan pertemuan hari kedua untuk Trump dan Kim Jong-Un yang bertempat di Singapura, seandainya kedua pemimpin tersebut memutuskan melanjutkan diskusi mereka.

Kedua pemimpin negara itu dijadwalkan bertemu untuk kali pertamanya besok Selasa (12/6) dan Trump rencananya bakal pulang pada hari berikutnya. Akan tetapi sejumlah pejabat AS sudah membentuk  rencana kontingensi yang mana memungkinkan kedua belah pihak melanjutkan diskusi lebih dari 1 hari, termasuk juga menyiapkan ruang pertemuan pada hari keduanya.

Dilansir dari CNN Indonesia, pada hari Kamis, ada sumber anonim yang menyebutkan bahwa Juru Bicara Gedung Putih menolak memberikan komentar saat ditanyai soal informasi itu. Belum begitu jelas apakah Presiden Trump mau menjalani pertemuan 2 hari dengan Kim, namun dia selama ini menunjukkan fleksibilitas negosiasi dan juga menekankan bahwa ia berencana bahwa ia ada rencana mengikuti instingnya ketika menegosiasi pihak Korut.

Pertemuan minggu depan bakal jadi pertama kalinya pemimpin yang menjabat kedua negara itu bertatap muka. Selama ini AS menekankan keinginannya, yaitu denuklirisasi Korea Utara dengan utuh dan bisa diverifikasi. Akan tetapi menjelang pertemuan, keinginan Kim memenuhi hal itu masih dipertanyakan dan juga para pejabat AS menekankan semuanya tergantung juga pada keputusan Kim.

Meskipun memungkinkan pertemuan pada hari kedua, pihak Amerika Serikat sejauh ini khawatir membesarkan ekspektasinya atas hal yang mungkin dicapainya dari pertemuan pertama Trump dan juga Kim.

Presiden AS pasalnya mengamini pada pekan yang lalu, saat ia menegaskan pertemuan ini bakal jadi awal dialog dengan Korea Utara dan juga kemungkinan ia tidak akan mencapai semua tujuannya di pertemuan pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *