Jadi Anak Michael Jordan: Bawa Beban Berat

Tak banyak anak yang mampu mengikuti jejak sukses orang tuanya. Hal ini juga berlaku di dunia olahraga. Pemain sepak bola, pemain basket, dan lainnya, memiliki anak namun belum tentu anak-anaknya itu bisa menjadi penerus kesuksesannya. Tak banyak anak lelaki yang bisa sukses mengikuti jejak ayahnya. Dan salah satu contoh kasus nyata yang ada di dunia adalah Jeffrey dan Marcus, putera Michael Jordan, yang gagal masuk NBA.

Putera Michael Jordan Gagal Masuk NBA

Jordan sering sekali dianggap sebagai pemain bola basket paling hebat sepanjang masa, baik itu di NBA dan dunia. Sejauh ini sudah enam gelar cincin NBA yang ia dapatkan, ditambah lagi dengan enam kali MVP Final NBA, dan lima kali gelar MVP NBA. Tak Cuma itu saja, medali emas Olimpiade pun sudah ia dapatkan dan itu adalah sejumlah prestasi luar biasa yang pernah dicapainya bandar darat.

Bahkan sampai dengan usia pensiunnya, namanya masih saja sering dibicarakan oleh pecinta NBA dan olahraga bola basket seluruh dunia. Saat ini Jordan sibuk menjadi pebisnis yang juga sukses dengan salah satunya menjadi pemiliki dari klub NBA, Charlotte Hornets.

Namun sayangnya, kesuksesan yang diraihnya itu tak mampu diikuti oleh kedua putranya. Bahkan kedua putranya itu, Marcus dan Jeffrey gagal mencicipi arena NBA walaupun mereka juga memiliki karir sebagai atlet bola basket seperti ayahnya.

Karir Marcus dan Jeffrey dalam Dunia Bola Basket

Jeffery Michael Jordan lahir apda tanggal 18 November 1988 dan menjadi anak tertua Jordan. Jeffrey pasalnya bermain di NCAA bersama dengan dua tim universutas, yaitu University of Illionis di tahun 2007 an sampai dengan 2010 dan yang kedua di University of Central Florida (UFC) di tahun 2010 sampai dengan 2012. Jeffrey pasalnya gagal masuk ke draf NBA di tahun 2012.

Ia juga tercatat sebagai pemain undrafted. Sebagai catatan, pemain undrafted adalah pemain amatir dan berstatus free agent. Akan tetapi, tak ada klub NBA yang mana tertarik merekrut Jeffrey.

Setelah itu, Marcus Michael Jordan. Ia juga berstatus sebagai pemain UFC di tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Marcus berposisi sebagai shooting guard. Namun sayang sekali, ia yang lebih muda 2 tahun saja daripada Jeffrey pun tak bisa menembus kompetisi NBA.

Jeffrey dan juga Marcus ini pasalnya terbilang beruntung mempunyai sang ayah yang mana tak lain adalah bintang basket dunia. Pasalnya, walaupun memiliki naluri kompetitif sebagai atlet dan pribadinya, Jordan tak pernah memaksakan kedua putranya itu untuk mengikuti jejaknya di ranah NBA. Padahal, sebagai pemilik Charlotte Hornets sejak tahun 2006, bisa saja Jordan memasukkan kedua putranya itu.

“Kalian (Jeffrey dan Marcus), punya beban berat. Bahkan saya tidak mau menjadi kalian, karena harapan besar yang harus kalian hadapi. Namun saya akan membiarkan kalian mengambil keputusan dan memutuskan jalan terbaik kalian,” kata Jordan pada kedua anaknya saat memasuki Hall of Fame di tahun 2009.

Memang beban kedua anaknya sangat berat mengingat ayahnya yang jadi seorang bintang dan mampu memberikan ‘warisan’ pada dunia. Sangat mudah untuk mengenali dan mencintai Jordan. Penampilan luar biasa dan juga kemampuan mendominasinya di lapangan smapai dengan kemampuan berbisnisnya di luar lapangan setelah msa pension nampaknya menjadikannya atlet, pebisnis dan ayah yang tak mudah dikalahkan bahkan oleh putera-puteranya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *