Dampak Wabah Corona: Pemerintah Saudi Hentikan Sementara Visa Umrah

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pasalnya mengumumkan untuk menghentikan untuk sementara waktu visa umrah di tengah ramainya kasus virus corona yang terjadi di seluruh dunia. Aturan penangguhan ini juga membuat peziarah tak bisa berkunjung ke Masjid Nabawi, Madinah dan juga Masjid al Haram, Mekkah untuk sementara waktu ini.

Arab Saudi Hentikan Sementara Vis Umroh

Melansir dari CNN Indonesia, penangguhan visa ini juga berlaku untuk wisatawan yang asalnya dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘bahaya’ penyebar virus corona yang sekarang jadi perhatian dunia ini.

Umrah sendiri adalah ibadah yang menarik ribuan umat Muslim yang berasal dari seluruh dunia. Di tengah merebaknya kasus virus corona ini, tidak lantas menyurutkan minat mereka untuk melaksanakan ibadah suci umrah. Sedangkan penyebaran virus corona ini sampai saat ini sudah menyebar ke Eropa dan Timur Tengah.

Di Timur Tengah misalnya, Iran jadi negara yang terinfeksi virus corona paling banyak dengan adanya 139 kasus dan dari kasus itu sudah ada 19 orang yang meninggal dunia. Sementara itu, Bahrain dan Kuwait baru-baru ini memberikan laporannya bahwa mereka menemukan kasus infeksi virus corona pertamanya. Sejumlah negara tetangga seperti misalnya Afghanistan, Irak dan Pakistan juga mulai menutup perbatasan totobet dengan Iran guna menghalau penyebaran Covid-19.

Kemenag Minta Penjelasan Saudi Tentang Visa Umroh dihentikan Sementara

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim sedang meminta penjelasan dari pemerintah Arab Saudi yang mana menghentikan sementara visa umrah ini. “Kami saat ini sedang konfirmasi langsung ke otoritas Saudi,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia ketika dihubungi Kamis (27/2).

Namun sayangnya sampai dengan berita ini diturunkan, Arfi belum juga menjawab tentang dampak akibat penghentian sementara visa umrah tersebut untuk jamaan umrah yang berasal dari Indonesia yang sudah berada di Saudi.

Diketahui bahwa aturan penangguhan visa umroh ini memiliki dampak pada warga negara Indonesia yang mana tiap tahunnya jadi Jemaah umroh di Arab Saudi. Dilansir dari CNN Indonesia, penangguhan visa umrah ini berlaku untuk pengunjung yang asalnya dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘berbahaya’ penyebar virus corona.

Secara keseluruhan bisa didata bahwa lebih dari 80 orang dari berbagai negara yang terinfeksi virus itu. Dan sudah ada 2.700 lebih yang meninggal dunia. Kasus dan juga korban jiwa terbanyak berada di China. Menurut keterangan pemerintah, sejauh ini, belum ada kasus virus corona di Indonelsia. Ada sejumlah warga negara Indonesia yang mana positif terinfeksi, akan tetapi mereka berada di luar negeri.

Sempat juga ada seorang pasien yang gejalanya mirip terinfeksi virus corona meninggal dunia, tepatnya di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, di hari Minggu (23/2) lalu. Akan tetapi, rumah sakit mengklaim bukan lah virus corona yang menyebabkan kematian.

“Minggu 23 Februari pasien meninggal, datanya langsung kita kirimkan ke Litbangkes, dan esoknya, Senin, disebutkan bukan karena corona,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr. Kariadi, Nurpodo Baskoro dilansir dari CNN Indonesia juga.

Memang pertimbangan beberapa negara di dunia menghentikan masuknya turis asing ke negaranya setelah adanya virus corona yang menyebar ini menuai pro dan kontra. Sehingga keputusan pemerintah Arab Saudi ini lantas tak langsung dibenarkan oleh beberapa pihak dan khususnya juga dari Indonesia yang mengklaim tak ada virus corona yang masuk.