Butuh 13 Ribu Orang, Pendaftaran Sukarelawan ASIAN Games 2018 Dibuka

Setahun jelang event olahraga akbar tingkat Asia, ASIAN Games 2018 digelar di Indonesia, berbagai persiapan pun mulai dikebut. Terbaru, Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) akhirnya membuka secara resmi pendaftaran volunteer alias sukarelawan untuk ASIAN Games 2018.

 

Pengumuman INASGOC ini memang sudah jadi hal yang dinanti-nanti oleh banyak masyarakat Indonesia. Sebagai ajang besar tingkat Asia yang mempertemunkan puluhan negara, tak sedikit warga masyarakat ingin jadi saksi hidup event olahraga yang pernah menyambangi Indonesia pada tahun 60-an itu. Membutuhkan 13 ribu total sukarelawan, untuk mendaftar jadi volunteer pun hanya perlu masuk ke situs resmi Asian Games yakni asiangames2018.id.

 

Ada Empat Posisi Untuk Sukarelawan

 

Diumumkan langsung oleh Ketua INASGOC yakni Erick Thohir pada hari Senin (18/9) kemarin, proses rekruitment belasan ribu sukarelawan ini akan dikelompokkan dalam beberapa kategori. Di mana para peminat bisa memilih untuk menjadi asisten protokol, asisten National Olympic Committee (NOC), liaison officer dan work force.

 

Presiden klub Inter Milan itupun menjelaskan kalau masing-masing posisi memiliki tugas berbeda. Di mana untuk asisten protokol akan bertugas mendampingi tamu-tamu VVIP seperti kepala negara, International Olympic Committee (ICO), keluarga Olympic Council of Asia serta pejabat tinggi. Lalu asisten NOC akan mendampingi tamu VIP dan delegasi dari negara-negara peserta Asian Games.

 

Dua posisi terakhir yakni liaison officer akan bertugas memberikan informasi kepada para delegasi, tamu atau pengunjung yang membutuhkan bantuan seperti fasilitas bandara, hotel, venue, perkampungan atlet hingga katering. Sementara work force akan membantu dalam penyelenggaraan pertandingan di setiap lokasinya, seperti dilansir Detik.

 

Untuk menentukan kualifikasi dan posisi para sukarelawan akan diperoleh dari pilihan para pendaftar dan seleksi panitia yang mencakup tes psikologis. Ada dua tahapan pendaftaran yakni periode pertama 18 September – 23 Oktober untuk sukarelawan pada test event dan periode Desember 2017 untuk sukarelawan yang bertugas pada ASIAN Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

 

Pendaftaran Gratis dan Bisa Untuk WNA

 

Menawarkan kesempatan bergabung dalam event yang luar biasa besar, tak heran kalau kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu hal yang diwajibkan oleh INASGOC. Yang membuat banyak calon sukarelawan TOGEL HONGKONG berseri-seri adalah jaminan jika tak perlu adanya biaya apapun kala mendaftar alias gratis. Hal ini terpaksa diperjelas oleh bos Mahaka Grup itu karena mulai banyak bermunculan rumor pungutan liar dalam proses rekrutmen sukarelawan.

 

“Jadi pendaftaran sukarelawan ini gratis. Saya menerima sms tentang adanya pungutan biaya lima puluh ribu rupiah, itu tidak ada sama sekali. Register ini free dan tentunya para volunteer ini nantinya akan kami berikan fasilitas transportasi, uang makan serta hal-hal lain seperti baju dan sepatu,” lanjut Erick.

 

Bukan cuma memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia, rupanya sukarelawan ASIAN Games 2018 juga memberikan kesempatan kepada Warga Negara Asing (WNA). Hanya saja jumlah WNA yang diberikan cuma 10-30% dari total keseluruhan sukarelawan. Syarat WNA yang bisa mendaftar pun harus sudah tinggal lama di Indonesia seperti kaum ekspatriat. Jadi gimana, apakah di antara kamu ada yang sudah begitu bersemangat dan mempersiapkan diri menyambut ASIAN Games 2018? Tentunya kesempatan menjadi volunteer adalah salah satu hal emas yang belum tentu bisa terulang dalam belasan tahun ke depan.

Dampak Peristiwa Menyayat Hari Kepergian Bayi Debora

Kepedihan kepergian bayi Debora untuk selama-lamanya masih dirasakan oleh orang tuanya, namun tak hanya orang tua Debora yang merasakan kepedihan tersebut, banyak pihak yang turut merasakan kepedihan yang mendalam atas kepergian putri kecil tersebut. Banyak pihak yang menyanyangkan hal ini terjadi karena hanya terbentur biaya nyawa manusia jadi tumbalnya. Hal ini nampaknya berdampak kepada rumah sakit yang menangani Debora.

 

DPR ancam tak berikan anggaran kepada Kemenkes

Dampak dari kepergian Debora membuat komisi IX meminta kepada kementrian kesehatan menyelesaikan dugaan pelanggaran terhadap rumah sakit yang menangani Debora yang menyebabkan meninggalnya Debora. Wakil komisi IX Saleh Partaonan menyampaikan kasus tersebut harus dapat diselesaikan. Bahkan komisi IX menggelar rapat mendengar pendapat (RDP bersama menteri kesehatan (Nia Moeloek).

 

Keseriusan DPR meminta pihak Kementrian kesehatan mengusut tuntas kasus tersebut kabarnya akan berdampak kepada pembahasan anggaran Kemenkes untuk APBN tahun depan. Komisi IX dengan tegas menyatakan tak akan membahas anggaran untuk Kemenkes 2018 jika tak bisa menangani persoalan yang dialami Debora hingga meregang nyawa tanpa perawatan yang layak. Harusnya pembahasan anggaran untuk kemenkes dilakukan pada 11/9/2017, namun tak dilakukan rapat dilakukan justru lebih banyak membahas mengenai kejadian yang terjadi kepada bayi Debora.

 

Penilaian Komisi IX, pihak RS tersebut diduga sengaja melalaikan sejumlah ketentuan dalam undang-undang termasuk undang-undang no 36 ayat 1 dan 2 tahun 2009 tentang kesehatan yang intinya menegaskan jika kondisi darurat maka fasilitas kesehatan harus diberikan untuk menyelamatkan pasien. Hal tersebut berlaku baik Swasta maupun pemerintah dilarang untuk menolak pasien ataupun meminta DP. Ujar Saleh.

 

Meskipun begitu, anggota komisi IX tetap memberi kesempatan kepada Kemenkes bisa menyelesaikan persoalan tersebut yang terdiri dari beberapa unsur kemenkes,  BPJS kesehatan serta badan pengawas RS. Sehingga sanksi yang akan diberikan jika terbukti lalai akan objektif Karen berdasarkan fakta.

 

Saleh juga menambahkan jika seharusnya pihak RS bisa mentaati aturan-aturan fasilitas kesehatan untuk memberikan fasilitas kesehatan yang terbaik kepada masyarakat dan tetap pada jalur layanan kemanusiaan bahkan harus menjauhkan kesan untuk mengejar finansial bagi RS.

 

Perbaikan kemenkes untuk RS dalam penyelesaian kasus Debora

Dirut Jendral pelayanan kesehatan Kemenkes (Bambang Wibowo) menyampaikan jika Kemenkes akan melakukan penelusuran kepada RS, petugas Medis dan Manajemen yang memberikan layanan kepada bayi Debora. Penyelesaikan tersebut dilakukan oleh Tim kesehatan, perhimpunan rumah sakit seluruh indonesia, badan pengawas RS dan dinkes DKI Jakarta.

 

Tim kemenkes akan melakukan audit yang mendalam kepada RS serta keluarga bayi Debora, Dirut RS yang bersangkutan akan membuat sebuah surat pernyataan berisi kesediaan dalam memberi layanan yang bermutu, aman efektif dan anti diskriminasi. Selanjutnya Kemenkes meminta pihak RS yang bersangkutan menyatakan bahwa pihaknya bersedia menjalankan fungsi sosial yang tanpa meminta uang muka.

 

Pihak Kemenkes juga meminta jika pihak RS harus melaksanakan atau memberikan sistem rujukan secar benar dan Kemenkes juga meminta kepada pihak RS yang bersangkutan untuk bersedia mematuhi aturan standar layanan di RS. Bambang juga menegaskan jika RS yang bersangkutan harus segera memperbaiki sistem informasi domino qiu qiu sehingga tak terjadi kelalaian dikemudian hari.

 

Dan pihak kemenkes juga meminta pihak Rumah sakit yang bersangkutan harus mengembalikan biaya yang dikeluarkan oleh orang tua bayi Debora sebagai DP yang telah masuk ke bagian administrasi rumah sakit tersebut walaupun tak bekerjasama dengan BPJS (bandan penyelenggara jaminan sosial).