Pelarian Jepang Tertangkap Setelah 45 Tahun Jadi Buron

Mungkin, di negara lain, jika terdapat seorang buronan hingga lebih dari 40 tahun akan dilupakan. Tetapi tidak bagi negara Jepang. Ya, bagi seorang tersangka atas aksi pembunuhan di Jepang, ia mungkin bisa melakukan pelarian tetapi tidak bisa bersembunyi untuk selamanya. Masaaki Osaka telah ditangkap dan didakwa karena membunuh seorang petugas polisi saat demonstrasi di Tokyo lebih dari 45 tahun yang lalu. Masaaki Osaka telah dicari oleh polisi sejak awal 1970-an. Tentu ini adalah hal yang sangat mengejutkan dunia.

Membunuh Petugas dengan Bom Molotov

Dia diduga membunuh seorang polisi atau petugas dengan cara menggunakan bom bensin Molotov Cocktail. Selama ini, tidak ada dugaan kriminal lain yang telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk menghindari penangkapan kecuali apa yang telah ia lakukan waktu itu. Menariknya, Jepang tidak memiliki undang-undang pembatasan pengejaran atau pencarian bagi para pembunuh. Artinya, selama apapun pembunuh akan dicari dan ditangkap.

Dulu, terdapat batasan waktu 15 tahun untuk masa pengejaran. Sehingga jika lewat 15 tahun, maka pembunuh yang dalam masa pencarian akan bebas. Namun, batas waktu 15 tahun tersebut telah dihapus pada tahun 2010. Sehingga, berapa lama pun akan dijadikan buronan sampai tertangkap. Begitu juga Osaka bandar togel singapura yang ditangkap di sebuah apartemen Hiroshima milik Chukaku-ha, atau Liga Komunis Revolusioner Jepang (JRCL). Dia dilaporkan oleh polisi untuk tetap diam sejak tertangkap.

Pelarian tersebut pada awalnya dilakukan oleh Osaka dengan melakukan pelanggaran di tempat terpisah – yang menghalangi polisi – sebelum polisi akhirnya mengklaim telah menyadari siapa dirinya yang sebenarnya. Kemudian, pada hari Rabu, dia diangkut dari Hiroshima ke Tokyo untuk diperiksa lebih lanjut.

Dipastikan dengan Tes DNA

Polisi mengatakan mereka telah mengkonfirmasi identitasnya melalui tes DNA karena sidik jari tidak ada atau tidak bisa dilakukan karena pada saat kejahatan tersebut terjadi belum ada pemeriksaan sidik jari tersangka. Mereka mengatakan bahwa Osaka dapat tetap berada dalam pelarian begitu lama karena dia adalah mantan anggota dewan radikal sayap kiri JRCL dan dibantu oleh rekan partai yang simpatik.

JRCL didirikan pada akhir 1950-an dan selama tahun 1960an dan 1970an mendapatkan reputasi untuk melakukan demonstrasi jalanan yang keras. Osaka dituduh membunuh perwira polisi berusia 21 tahun ketika terjadi kerusuhan sayap kiri di Shibuya Ward Tokyo pada tahun 1971. Dia diduga telah menyerangnya dengan pipa baja sebelum membuatnya tertidur selamanya.

JRCL memprotes – antara lain – terhadap pengakuan Jepang terhadap kehadiran militer AS di negara ini. Sebelumnya, ada seorang pria yang diduga sebagai pembantu Osaka pada serangan 1971 didakwa pada tahun 1972, namun kasusnya ditangguhkan karena penyakit jiwa.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa peristiwa besar di Jepang selagi Masaaki Osaka dalam pelarian, yakni:

1972 – Perdana Menteri Jepang mengunjungi China dan hubungan diplomatik normal dilanjutkan

1993 – Pemerintah mengeluarkan “Pernyataan Kono” yang bersejarah yang meminta maaf atas penggunaan budak seks perang oleh militer Jepang.

1995 – Gempa melanda Jepang tengah, membunuh ribuan orang.

2011 Februari-Jepang disusul oleh China sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.

2011 Maret – Gempa lepas pantai besar dan tsunami berikutnya menghancurkan bermil-mil dari garis pantai – kerusakan pada pembangkit nuklir Fukushima menyebabkan kebocoran radiasi.

2014 – Pemerintah Jepang menyetujui perubahan penting dalam kebijakan keamanan, yang membuka jalan bagi militernya untuk berperang ke luar negeri.