War For The Planet Of The Apes – Kera Ingin Kuasai Dunia?

Apa anda menunggu kelanjutan dari Planet of the Apes? Jika ya, anda dapat bergembira, karena film ketiganya yang berjudul War for the Planet of the Apes sudah tayang di bioskop sejak perilisannya tanggal 14 Juli 2017, sedangkan di Indonesia tayang tanggal 25 Juli 2017.  Inti cerita dari film ini adalah perseteruan Caesar dan kawanannya dengan pasukan manusia yang dipimpin oleh orang yang dipanggil ‘Colonel’ (Woody Herrelson). Perdamaian yang terjadi antara kera dan manusia yang selamat di akhir film ‘Dawn Of The Planet Of The Apes’ terganggu karena kedatangan sekelompok manusia yang datang dari luar San Francisco.

Sinopsis War for the Planet of the Apes

Film War for the Planet of the Apes menceritakan tentang konflik mematikan yang harus dijalani oleh Caesar dan kelompoknya dengan sekelompok manusia yang dipimpin oleh ‘Colonel’ yang kejam. Pertempuran antar keduanya menimbulkan kekalahan telak bagi Caesar cs, sehingga membuat Caesar harus rela kehilangan banyak anggota kelompoknya. Setelah kejadian itu, ia harus bergumul dengan insting terdalamnya dan memulai sebuah perjalanan pembalasan dendam demi kematian kaumnya. Tapi hal itu membuatnya harus siap berhadapan dengan ‘Colonel’ secara langsung, sehingga meletuslah pertempuran togel singapore yang dahsyat. Pertempuran ini akan sangat menentukan masa depan planet dan spesies dari kelompok masing-masing.

Naskah film War for the Planet of the Apes  ditulis oleh Mark Bomback (The Wolverine) dan Matt Reeves. Sedangkan aktor dan aktris yang mengambil peran dalam film War for the Planet of the Apes adalah Woody Harrelson (Now You See Me), Andy Serkis (The Hobbit: An Unexpected Journey), Steve Zahn (Dallas Buyers Club) dan Gabriel Chavarria (Teacher of the Year).

Franchise Planet of the Apes di film ‘Rise of the Planet of the Apes’ mampu melonjak berkat Rupert Wyatt yang membuat film ini sangat apik. Kesuksesan itu membuat Matt Reeves meluncurkan seri keduanya dengan judul ‘Dawn of the Planet of the Apes’. Tapi ternyata kegemilangan Reeves menggarapnya, membuat pencapaian film ini mampu melampaui film pertama yang diarahkan oleh Wyatt.

Setelah kesuksesan yang bertubi-tubi itu, membuat film ketiganya ‘War for the Planet of the Apes’ dibuat oleh Reeves kembali dan diharapkan dapat mengangkat franchise ini lebih sukses lagi. Kepiawaian Reeves dalam membuat sebuah film memang tak perlu diragukan lagi, pasalnya ia juga pernah menggarap film The Batman.

War for the Planet of the Apes Diadaptasi Dari Novel

Film yang didistributori oleh 20th Century Fox ini merupakan sekuel dari film pertamanya yang tayang tahun 2005 (Rise Of The Planet Of The Apes), kedua tahun 2014 (Dawn Of The Planet Of The Apes) dan ketiga di tahun 2017 (War for the Planet of the Apes). Film ketiga ini dari reboot film kera yang ingin menguasai dunia.

Sebenarnya film ‘Planet of the Apes’ ini merupakan adaptasi dari novel tahun 1963 karya Pierre Boulle, orang asal Prancis. Judul novelnya adalah ‘La Planete des Singes’. Dalam seri originalnya, ada 5 seri yang menceritakan tentang Apes, yaitu Planet of the Apes (1968), Beneath the Planet of the Apes (1970), Escape from the Planet of the Apes (1971), Conguest of the Planet of the Apes (1972) dan Battle for the Planet of the Apes (1973). Namun, sebelum tiga seri film reboot yang telah dijelaskan di atas, ada film remake yang dibuat dari film pertama series originalnya dengan judul ‘Planet of the Apes’ di tahun 2001.

Film Yang Menginspirasi Saat Sedang Merasa Putus Asa

Setiap orang pasti mempunyai mimpi tetapi hanya sedikit yang mempunyai keberanian untuk mewujudkannya. Meraih impian memang bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Tentu banyak rintangan dan kesulitan yang harus dihadapi sebelum mencapai posisi puncak tersebut. Belum lagi cemoohan orang lain atau sikap tak percaya dan meremehkan yang seringkali harus dirasakan. Nah, bagi Anda yang saat ini sedang membutuhkan motivasi agar lebih bersemangat dalam mengejar mimpi, berikut ini adalah beberapa film yang layak untuk menjadi referensi Anda.

 

Rekomendasi film yang memberikan motivasi dalam meraih mimpi

Jangan hanya memandang film-film berikut ini sebagai hiburan saja tetapi jadikan pula sarana untuk meningkatkan motivasi Anda dalam meraih impian.

 

Catatan Akhir Sekolah

Alde, Arian, dan Agni adalah tipe pelajar yang tak terlalu populer di sekolah, bahkan geng cupu dan tidak gaul ini seringkali menjadi bahan bully teman-temannya. Kekecewaan yang mereka dapatkan karena sikap teman-temannya itu kemudian membuat mereka memutuskan untuk membuat film documenter sekolah. Pesan moral dari film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini bisa saja mereka yang dianggap kurang mampu tetapi bersedia terus berusaha dan belajar justru menjadi orang yang berhasil. Terbukti bahwa film karya mereka bertiga memang layak dihargai.

 

3 Idiots

Inilah salah satu film Bollywood yang tak hanya identik dengan tarian dan lagu atau mempunyai jalan cerita mainstream tentang konflik hitam putih yang sangat menyolok. Film ini menceritakan 3 orang sahabat yang sering kali diremehkan tetapi mereka malah sukses membuat orang lain tercengang karena keberhasilannya. Saking konyolnya tingkah mereka bahkan dosen di kampus memastikan bahwa 3 mahasiswa “bodoh” ini tak akan lulus dari bangku kuliah. Faktanya di masa depan justru merekalah yang paling sukses dibandingkan teman-temannya.

 

Good Will Hunting

Cerita ini mengangkat kisah Will Hunting, seorang anak bermasalah yang juga berteman dengan anak-anak bermasalah lainnya. Ia berprofesi sebagai cleaning service di sebuah universitas. Siapa sangka ternyata ia adalah seorang anak yang jenius dalam bidang matematika dan bakat tersebut diketahui oleh professor di tempatnya bekerja. Sayangnya saat sang professor berusaha membantu untuk membuat jalan hidupnya menjadi lebih baik, Will tak menanggapinya dengan positif. Untungnya akhirnya ia menyadari bahwa potensi yang dimilikinya tak akan bisa berkembang bila ia tak berani mengambil resiko dalam hidup.

 

Laskar Pelangi

Film semi biografi yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata ini memang menjadi begitu populer di dalam dan luar negeri. Novel ini sesungguhnya mengisahkan tentang masa kecil pengarang yang mengenyam pendidikan dasar di sebuah sekolah Muhammadiyah di kampung pedalaman Belitong dalam kondisi dewa poker yang mengenaskan. Meskipun demikian ia akhirnya sukses mewujudkan mimpinya untuk melanjutkan sekolah hingga ke benua biru sebagaimana motivasi dari sang guru yang terus mendorong siswa-siswanya untuk maju dan sukses.

 

October Sky

Film ini merupakan kisah nyata seorang pelatih astronot NASA yang bernama Homer Hickam. Tak ada orang yang mengira bahwa ia akan berkarier di NASA karena masa kecilnya yang sangat biasa. Ia tak pandai dalam matematika, tak bisa berolahraga, dan orang-orang lebih menyukai sosok populer sang kakak. Meskipun demikian ia mempunyai kecintaan yang luar biasa terhadap roket Sputnik dan bermimpi untuk  memiliki profesi yang berkaitan dengan hal tersebut. Bersama para sahabatnya ia bahkan mencoba membuat roket sendiri dan harus gagal  berulang kali. Selain itu ia juga harus meyakinkan keluarganya bahwa ia tak ingin menjadi penambang sebagaimana profesi turun-temurun di keluarganya.

 

Ayo tonton semuanya untuk membuat Anda semakin bersemangat dalam berjuang meraih mimpi.

 

Perbedaan Novel dan Film ‘Fifthy Shades of Grey’

Mengadaptasi novel ke film bukan sebuah perkara yang mudah. Hal ini juga lah yang dialami oleh sutradara Sam Taylor-Jhonson. Ia sendiri menanggung beban berat sebagai sutradara film yang berdasarkan novel best selling E.L James yang berjudul Fifthy Shades of Grey. Mungkin penggemar atau orang yang pernah membaca novelnya pernah mencaci maki perbedaan yang mencolok di novel dan di filmnya. Tapi untuk Sam, ia juga menuai pujian karena berhasil menghidupkan karakter Ana Steele dan Mr. Grey ke hadapan penonton di kancah layar lebar. Jika kalian sudah menonton filmnya, kalian harus tau ada beberapa perbedaan antara novelnya dan filmnya. Ini lah perbedaannya.

Perbedaan Mencolok Film dan Novel Fifthy Shades of Grey

Artikel ini baik dibaca untuk anda yang sudah menonton filmnya dan lebih baik lagi jika sudah membaca novelnya. Dan inilah beberapa perbedaan yang ada di novel dan filmnya.

  1. Dalam film ini, masalah eating disorder yang dialami oleh Ana tidak terlalu ditampilkan di film ini. Padahal di novelnya TOGEL HONGKONG masalah ini difokuskan karena membangun sebuah image bahwa Ana adalah wanita yang lemah dan tak bisa mengurus dirinya sendiri. Di novel juga ditunjukkan kadang Grey harus menegurnya agar mau makan agar dia lebih kuat.
  2. Hubungan antara Mr. Grey dan ayah Ana tidak terlalu ditonjolkan dalam film. Padahal di novelnya, Mr. Grey membuktikan bahwa ia punya banyak wajah. Bahkan ia juga berhasil menaklukkan ayah Ana dengan cara mengajaknya ngobrol banyak hal seputar kegiatan memancing. Sayang sekali di film tidak ditampilkan secara jelas dan gamblang.
  3. Di dalam film, porsi Jose Rodriguez dan Kate Kavanagh tidak terlalu ditampilkan sehingga penonton tidak begitu mengenal mereka. Sebenarnya di novel Kate adalah orang mempunyai peran Penting karena ia yang membuat awal dari segalanya. Dan ia juga berpacaran dengan kaka Grey, Elliot Grey. Kate juga orang yang menyimpan kecurigaan pada Grey sehingga menjadi satu-satunya orang yang berani bertengkar dengannya. Namun sayang karakternya tidak terlalu ditampilkan. Sedangkan Jose Rodriguez di novel dianggap oleh Christian Grey. Padahal ia adalah sahabat Ana yang sudah lama memendam rasa padanya. Hal ini yang membuat Christian Grey marah pada Ana dan puncak ketegangan pun mulai.
  4. Ada dua kejadian yang tidak ditampilkan dalam film sehingga Christian tidak mendapatkan predikat sang stalker yang sakit. Yang pertama, si ganteng ini adalah stalker yang berbahaya karena saat Ana berlibur dengan ibunya, Christian menaruh kecurigaan padanya. Dan fakta dalam novel, ia sering mengirim sms pada Ana dengan kata Call Me. Bahkan ia memasangi Ana dengan GPS sehingga mudah untuk dilacak! Namun sayang kejadian menegangkan ini tidak ditampilkan di film padahal sangat membuat shock ya untuk beberapa orang?
  5. Adegan satu ini memang sengaja dihilangkan karna agar membuat film ini layak tonton. Adegan ini adalah saat Christian memaksa Ana bercinta ketika ia sedang menstruasi dan Christian juga memaksa dengan melepaskan pembalut Ana. Penggemar banyak yang kecewa akan hilangnya adegan ini. Namun apa boleh buat, untuk membuat film ini lolos sensor, harus dihilangkan.

Nah itu lah 5 perbedaan yang sangat mencolok di film dan novel Fifth Shades of Grey. Jika anda belum menonton filmnya, akan lebih bagus jika langsung menonton filmnya tanpa membaca novelnya karena bisa membuat tingkat kekecewaan tidak begitu besar.