MU Dinobatkan Jadi Raja Penalti Eropa Di 2 Musim Terakhir Ini

Manchester United berhasil membukukan 1 buah gol penalti di laga melawan Leeds United pada gelaran pada hari Minggu, 20 Desember 2020 kemarin. Hal tersebut kemudian makin menegaskan status Manchester United sebagai raja Firaun tinggi pada ajang Liga Eropa di dua musim terakhir ini. 

  • Mu Jadi Raja Penalti 2 Musim Ini

Bruno Fernandes berhasil menyarangkan gol keduanya Ketika melawan Leeds United dan hal tersebut adalah Google karenamu dari Manchester United pada laga tersebut. Fernanda sendiri dengan dinginnya menaklukkan Illan Meslier yang mana memilih s7slot untuk bertahan di posisi Tengah gawang. Menurut catatan yang dilansir dari CNN Indonesia, gol yang disarangkan oleh Bruno Fernandes tersebut membuat MU setelah mendapatkan total 32 penalti dari seluruh kompetisi sejak awal musim lalu digelar. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak Apabila dibandingkan dengan ilmu lainnya yang ada di 5 Liga elite Eropa.

Dari total 32 buah penalti yang didapatkan oleh Manchester United, mereka dapat menggelontorkan 27. Catatan 27 gol yang didapatkan lewat penalti pun merupakan yang paling banyak dibandingkan dengan klub-klub lainnya yang ada di Liga elite Eropa. Kemenangan meyakinkan MU membuat mereka sekarang ini mulai layak diperhitungkan oleh haji dalam perburuan gelar Liga Inggris pada musim ini.

Sekarang ini mencari yang lain ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan Raihan nilai 26 poin yang artinya Tertinggal lima angka saja dari Liverpool yang berada di posisi puncak Klasemen. Akan tetapi Manchester United masih memiliki 1 sisa laga lagi lebih banyak sehingga mereka memiliki peluang untuk memangkas  Point Jadi dua angka.

Manchester United akan menghadapi Pak kalian bisa dikatakan kita gerak pada akhir tahun ini karena mereka akan berduet melawan Leicester City pada tanggal 26 Desember 2020 besok disusul dengan laga melawan wolverhampton pada tanggal 29 Desember 2020.kemudian yang terakhir mereka akan menghadapi Aston Villa pada tanggal 1 Januari 2021 mendatang.

  • MU ‘Dipersilakan’ Bicara Soal Liga Inggris 

Dengan demikian Manchester United yang sebelumnya di terpal dengan caci-maki yang bertubi-tubi pada awal musim nampaknya memiliki titik terang untuk bicarakan peluangnya menjadi juara liga Inggris. Mereka sukses menumbangkan Leeds United dan ini menjadi potensi terbaik yang dapat ditampilkan oleh mereka pada Lapangan.

Kemampuan Serangan yang sangat cepat, pengertian antar para pemain dalam mencari ruang dan juga gol-gol yang memiliki skema serangan rencana tersaji dengan sangat indah di Stadion Old Trafford. Manchester United dapat tersenyum tak cuma karena mereka berhasil membawa kemenangan tapi juga karena Bagaimana cara mereka menang. Dengan tambahan tiga poin maka Manchester United sekarang ini mengoleksi 26 poin di taman dan seiring dengan hasil buruk yang didapatkan oleh beberapa tim papan atas maka Manchester United sekarang ini melesat ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris. Situasi sekarang ini tentu saja dapat disambut dengan penuh sukacita oleh MU dan juga para pendukungnya. Demikian juga dengan nama Ole Gunnar Solskjaer yang pahalanya terus dilakukan dan juga diremehkan. Untuk momen sekarang ini, Solksjaer,berapa tertawa dengan lepas dan bahagia karena dirinya telah kembali lagi ke jalur yang benar. Sekarang ini dirinya unggul atas manajer manajer yang lainnya seperti sebut saja Carlo Ancelotti dan juga Jose Mourinho yang dianggap jauh lebih berpengalaman.

Milan Akan Lawan Juventus: Tes Rossoneri Pantas Jadi Juara?

AC Milan sekarang ini bisa dkatakan dalam kondisi yang sangat hebat di musim ini. Akan tetapi melihat bagaimana klasemen, sejatinya mereka tak benar-benar Dalam kondisi yang nyaman di Puncak. Dual mereka melawan Juventus bisa menjadi ujian yang berat dan menguji kelayakan mereka di Liga Italia.

Uji Kelayakan AC Milan di Liga Italia Lawan Juventus

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa AC Milan sudah menjalani 15 laga awal Liga Italia pada musim ini dengan catatan 11 buah kemenangan dan 4 Hasil imbang. Hal tersebut kemudian menempatkan nilai-nilai sebagai pemuncak dari klasemen contoh soal Raihan 37 poin.

Akan tetapi sayangnya catatan yang spektakuler tersebut tak sepenuhnya membuat AC Milan dapat bernafas dengan lega sebagai pemuncak klasemen karena dengan status yang tak terkalahkan itu, AC Milan cuma unggul satu poin saja atas Inter Milan yang sekarang berada di posisi kedua klasemen. Hal tersebut artinya adalah A 9 sama sekali tak boleh lengah pada tiap laga yang mereka mainkan termasuk juga ketika mereka melawan Juventus, besok pada hari Kamis (7/1)  Waktu Indonesia.

Hasil imbang atau kalah bisa membuat Milan sangat rentan tergusur oleh Inter Milan yang akan menghadapi Sampdoria lebih dulu pada laga tengah pekan ini. Dan bisa dikatakan bahwa menghadapi Juventus bukanlah perkara yang mudah untuk Milan. Walaupun sekarang ini mereka tempuh pada posisi kelima, Juventus tetap saja menjadi tim yang hadir dengan mental dan juga pematangan yang sangat tinggi. Juventus juga sudah menjadi penguasa Italia dalam satu dekade terakhir ini.

Dalam rekor pertemuan nya Milan juga bisa dikatakan inferior kepada beberapa laga terakhirnya sebelum pada akhirnya mereka bisa menang atas Juventus dengan skor ini cukup baik yaitu 4-2 di penghujung musim lalu. Performa yang apik itulah yang mesti bisa ditampilkan oleh Milan lagi pada laga kali ini.

Rossoneri  sudah membuktikan bahwa merang tak sepenuhnya bergantung pada zlatanibrahimovic. Mereka tetap mengalirkan Gul Gul dari kaki-kaki para pemain AC Milan yang lainnya selain Ibrahimovic yang sekarang ini terkapar karena sedang mengalami cedera. Pemain-pemain yang menjadi mesin mesin pencetak gol selain Ibrahimovic, seperti misalnya  Rafael leao, Ante rebic, Theo Hernandez, sampai dengan Franck Kessie. 

Mereka bisa melewati Juventus dengan catatan yang bagus dalam artian mereka bisa menang maka AC Milan dapat berbicara lebih keras lagi tentang peluang meraih scudetto terus ini. Hal ini dikarenakan sebelumnya Milan juga telah mengantongi kemenangan atas musuh musuhnya dalam perburuan scudetto seperti Napoli dan Inter Milan. Terakhir kali Milan meraih scudetto pada tahun 2010/2011 sebelum pada akhirnya Juventus jadi juara dalam 9 musim berturut-turut.

Buktikan Rossoneri Layak atau Tidak Jadi Juara 

Seperti yang telah diberitakan bahwa AC Milan yang sekarang ini Tengah berada di puncak Klasemen Liga Italia bakal bertemu dengan sang juara bertahan yang sekarang menghuni peringkat kelima yakni Juventus. Kemenangan slot games dalam laga AC Milan melawan Juventus bakal menghubungkan posisi dari Gianluigi donnarumma dan kawan-kawannya pada peringkat teratas klasemen Liga Italia akan tetapi hasil seri apalagi kalau kalah dapat membuat Rossoneri bisa terbesar dari posisi pemimpin klasemen sementara. Dan seperti yang telah disebutkan bahwa saat ini lah mempunyai point 37 yang artinya cuma unggul satu poin saja dari Inter Milan ia angin nanti malam bakal menghadapi Sampdoria.

Kabar Arsenal Taklukkan Molde Sampai Milan Harus Mau Imbang Lawan Lille

Arsenal akhirnya berhasil memetik kemenangan yang sangat meyakinkan pada fase grup Liga Eropa 2020-2021 dengan meraih keunggulan 3-0 atas Molde. Sementara itu sayang sekali AC Milan harus puas aja dengan hasil seri 1-1 di kandang Lille. Kabar Ini bakal menjadi fokus kita dalam highlight hari ini.

Arsenal Berhasil Tekuk Molde Dengan 3-0

The Gunners, yang bermain di kandang lawan tepatnya di Aker Stadion, Norwegia, memulai pertandingan dengan formasi 4-4-2. Tugas untuk mencetak gol pasalnya dibebankan pada Alexandre lacazette, dan juga Eddy Nketiah. Di dalam daftar line up, bahkan tidak ada nama Aubemeyang. Banyak pemain lapis kedua yang tampil dalam ajang tersebut.

Permainan togel singapore akhirnya berjalan imbang tanpa dominasi dan juga penguasaan bola dari salah satu pihak dan pada saat itu bisa dikatakan bahwa penguasaan bola 50:50. Jual beli serangan juga pasangnya dilakukan kedua Tim pada babak pertama yang pada saat itu membuat Arsenal mendominasi tembakan ke arah gawang dan Molde melakukan pelanggaran. Tapi sayang sekali babak pertama berakhir imbang tanpa ada satu gol pun yang tercipta.

Kemudian masuk ke menit ke-50, Nicolas Pepe akhirnya beraksi melalui tendangan keras kaki kirinya dari sisi kanan kotak penalti. Kemudian bola Menghujam Sisi kiri atas gawang Andreas Linde dan akhirnya The Gunners berhasil mencetak gol dan skor berubah menjadi 1-0. Dan hanya berselang 5 menit aja akhirnya Arsenal berhasil untuk menggadakan skor mereka. Kali ini yang berhasil mencetak gol adalah Reiss Nelson yang dikirimi sebuah umpan silang ke tengah dan akhirnya disambut dengan kakinya persis di depan gawang.

Akhirnya Arsenal semakin nyaman saja untuk mengendalikan permainan. Lacazette pasalnya sempat membahayakan gawang milik Molde dengan melakukan sepakan tapi masih bisa dibendung oleh penjaga gawang, Linde. Selanjutnya gol baru tiba lagi menjelang akhir pertandingan. Emile Smith Rowe memberikan umpan kepada  folarin balogun yang memberikannya dengan tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti dan akhirnya Arsenal berhasil memimpin laga dengan skor 3-0.  Akhirnya tidak ada gol yang tercipta lagi sampai dengan peluit berbunyi yang menandakan pertandingan sudah selesai.

Dengan kemenangan ini Lah akhirnya Arsenal bisa menduduki Puncak grup B dengan mengoleksi sebanyak 12 poin hasil empat kemenangan yang mereka jalani dari 4 buah pertandingan. Dengan dua laga grup ia masih tersisa maka Arsenal dipastikan bakal lolos fase grup.

AC Milan Harus Mau Berakhir Seri Lawan Lille

Namun sayangnya nasib yang baik yang didapatkan oleh Arsenal tidaklah didapatkan oleh AC Milan yang hanya bisa meraih 1 poin saja di kandang Lille OSC, Prancis. Walaupun mereka bisa dikatakan menguasai jalannya pertandingan dengan 58:42,  mereka sayang sekali kalah dalam hal agresivitas untuk melakukan percobaan mencetak gol yaitu 4 kali percobaan dengan satu yang tepat sasaran dan juga menjadi gol. 

Nampaknya ketidak hadiran dari Zlatan Ibrahimovic selaku striker gaek, dikarenakan mengalami cedera berpengaruh banyak pada serangan serangan yang dilakukan oleh Milan. Sementara itu Lille mencoba untuk memberondong gawang milik AC Milan dengan 13 kali upaya dan 3 di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Setelah melalui babak pertama tanpa adanya gol,  AC Milan masih mencoba untuk bangkit dari dominasi serbuan pemain-pemain Lille. Dan tidak percuma bahwa laga yang baru saja berjalan 1 menit, Samu Castillejo Akhirnya bisa membobol gawang Lille setelah serangan balik pelatihan mana digagas Ante Rebic.

Kemudian Lille berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dan mereka berhasil menemui celah pada menit ke-65. Jonathan Bamba berhasil membobol gawang AC Milan dengan memanfaatkan assist dari Jonathan David dengan cara mengarahkan bola ke pojok kanan bawah penjaga gawang.

Jadi Anak Michael Jordan: Bawa Beban Berat

Tak banyak anak yang mampu mengikuti jejak sukses orang tuanya. Hal ini juga berlaku di dunia olahraga. Pemain sepak bola, pemain basket, dan lainnya, memiliki anak namun belum tentu anak-anaknya itu bisa menjadi penerus kesuksesannya. Tak banyak anak lelaki yang bisa sukses mengikuti jejak ayahnya. Dan salah satu contoh kasus nyata yang ada di dunia adalah Jeffrey dan Marcus, putera Michael Jordan, yang gagal masuk NBA.

Putera Michael Jordan Gagal Masuk NBA

Jordan sering sekali dianggap sebagai pemain bola basket paling hebat sepanjang masa, baik itu di NBA dan dunia. Sejauh ini sudah enam gelar cincin NBA yang ia dapatkan, ditambah lagi dengan enam kali MVP Final NBA, dan lima kali gelar MVP NBA. Tak Cuma itu saja, medali emas Olimpiade pun sudah ia dapatkan dan itu adalah sejumlah prestasi luar biasa yang pernah dicapainya bandar darat.

Bahkan sampai dengan usia pensiunnya, namanya masih saja sering dibicarakan oleh pecinta NBA dan olahraga bola basket seluruh dunia. Saat ini Jordan sibuk menjadi pebisnis yang juga sukses dengan salah satunya menjadi pemiliki dari klub NBA, Charlotte Hornets.

Namun sayangnya, kesuksesan yang diraihnya itu tak mampu diikuti oleh kedua putranya. Bahkan kedua putranya itu, Marcus dan Jeffrey gagal mencicipi arena NBA walaupun mereka juga memiliki karir sebagai atlet bola basket seperti ayahnya.

Karir Marcus dan Jeffrey dalam Dunia Bola Basket

Jeffery Michael Jordan lahir apda tanggal 18 November 1988 dan menjadi anak tertua Jordan. Jeffrey pasalnya bermain di NCAA bersama dengan dua tim universutas, yaitu University of Illionis di tahun 2007 an sampai dengan 2010 dan yang kedua di University of Central Florida (UFC) di tahun 2010 sampai dengan 2012. Jeffrey pasalnya gagal masuk ke draf NBA di tahun 2012.

Ia juga tercatat sebagai pemain undrafted. Sebagai catatan, pemain undrafted adalah pemain amatir dan berstatus free agent. Akan tetapi, tak ada klub NBA yang mana tertarik merekrut Jeffrey.

Setelah itu, Marcus Michael Jordan. Ia juga berstatus sebagai pemain UFC di tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Marcus berposisi sebagai shooting guard. Namun sayang sekali, ia yang lebih muda 2 tahun saja daripada Jeffrey pun tak bisa menembus kompetisi NBA.

Jeffrey dan juga Marcus ini pasalnya terbilang beruntung mempunyai sang ayah yang mana tak lain adalah bintang basket dunia. Pasalnya, walaupun memiliki naluri kompetitif sebagai atlet dan pribadinya, Jordan tak pernah memaksakan kedua putranya itu untuk mengikuti jejaknya di ranah NBA. Padahal, sebagai pemilik Charlotte Hornets sejak tahun 2006, bisa saja Jordan memasukkan kedua putranya itu.

“Kalian (Jeffrey dan Marcus), punya beban berat. Bahkan saya tidak mau menjadi kalian, karena harapan besar yang harus kalian hadapi. Namun saya akan membiarkan kalian mengambil keputusan dan memutuskan jalan terbaik kalian,” kata Jordan pada kedua anaknya saat memasuki Hall of Fame di tahun 2009.

Memang beban kedua anaknya sangat berat mengingat ayahnya yang jadi seorang bintang dan mampu memberikan ‘warisan’ pada dunia. Sangat mudah untuk mengenali dan mencintai Jordan. Penampilan luar biasa dan juga kemampuan mendominasinya di lapangan smapai dengan kemampuan berbisnisnya di luar lapangan setelah msa pension nampaknya menjadikannya atlet, pebisnis dan ayah yang tak mudah dikalahkan bahkan oleh putera-puteranya.